Developing awareness through EE Program in Takokak schools

March 7, 2013

The Environmental Education (EE) program allows students to learn about Indonesia’s most endangered animals. They have the opportunity to know the wildlife conservation efforts and habitat protection. The program aims to increase if a gain of knowledge regarding animal conservation, environmental values and welfare can change perceptions, attitudes and behaviour towards animals.

Tim edukasi PPS Cikananga mengadakan sosialisasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di daerah Takokak, sebuah daerah berbukit dan memiliki keanekaragaman hayati yang cukup baik. Sejak dahulu, masyarakat di sekitarnya telah menyimpan nilai-nilai santun dalam menghormati alam, sehingga hutan sebagai sumber penyimpan air dan sebagai habitat satwa liar terjaga rapih.

Iryantoro iing from Cikananga EE Program team introducing the most endangered species of Javan-hawk eagle

Namun sudah beberapa tahun terakhir ini, karena hutan di Takokak dimiliki sebagian oleh Perhutani (Perusahaan Hutan Indonesia), penebangan sering terjadi. Masyarakat sangat menyayangkan terhadap tindakan Perhutani tersebut yang membuat resah masyarakat dikarenakan ketakutan akan bencana dan kekurangan air akibat hutan gundul. Masyarakat Takokak melalui perkumpulan pemuda (karang taruna) dan penggiat-penggiat lingkungan lainnya merangkul beberapa pihak yang aktif dalam kegiatan penyelamatan lingkungan dan satwa liar. Maka salah satu penggiatnya menghubung PPSC sebagai mitra lingkungan mereka dalam menjalankan kegiatan penyadartahuan ke tingkat pendidikan (sekolah sekitar Takokak) yang notabene letaknya berdekatan dengan habitat satwa liar.

Budiharto (right) and the Netherlands volunteer Inge Tielen, explaining the important role of forest ro junior high school of Cibuntu

Budiharto (right) and the Netherlands volunteer Inge Tielen, explaining the important role of forest to junior high school of Cibuntu

Dalam kunjungan tahap pertama tim edukasi PPSC bersama seorang volunteer Belanda, Ingeu Tielen, yang konsen terhadap salah satu species yang dapat ditemukan di Takokak, mengunjungi beberapa sekolah dalam berbagai tingkatan. Menginformasikan tentang fungsi hutan, keseimbangan alam, pelestarian satwa liar hingga ancaman-ancaman yang akan dihadapi jika terjadi eksploitasi terhadap hutan beserta isinya, para siswa dan siswi terlihat sangat antusias sekali untuk bersama-sama menjaga hutan dan satwa liar beserta habitatnya.

Pada intinya mereka sekarang terbekali dengan informasi yang tim kami berikan dengan mendapatkan kesempatan untuk membantu upaya pelestarian dari mulai hal yang sederhana; Tidak membuang sampah sembarangan, Tidak menggangu hutan sebagai habitat satwa liar, Menginformasikan kepada pihak terkait jika menemukan praktek penebangan illegal dan pemeliharaan satwa illegal di masyarakat, Tidak mendukung praktek-praktek yang memperlihatkan kekejaman terhadap satwa liar.

Posted in Home.