Penyuluhan Konservasi Babi Kutil Di Banjar

Babi kutil, Sus verrucosus, merupakan jenis satwa liar terancam punah, endemik Jawa dan pulau-pulau lepas pantai di sekitarnya. Jumlah populasi yang tersisa tidak diketahui dan kerusakan habitat dalam bentuk pengalihan fungsi hutan alami menjadi hutan produksi serta perburuan menjadi akibat utama terhadap menurunnya jumlah populasi jenis ini. Sekarang ini, satwa jenis Babi kutil tersebut hidup di habitat-habitat yang kecil dan berada di bawah tekanan yang hebat untuk tetap bisa bertahan hidup. Survei populasi yang dilakukan tahun 2003/2004 dan sebuah pertemuan Internasional membahas tentang strategi untuk melestarikan Babi kutil di tahun 2006, baik yang direkomendasikan dalam pembangunan program penangkaran konservasi Babi kutil di Indonesia untuk tujuan akhir yaitu reintroduksi dan mengadakan penyuluhan di wilayah habitatnya.

Laporan terakhir (Semiadi & Meijaard 2004 & 2006) menunjukan bahwa perburuan, yang sebagian besar dimaksudkan untuk mengkontrol hama petani, dan hilangnya habitat yang cocok merupakan ancaman utama. Menurunnya populasi telah dimulai 10 tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga sekarang. Keadaan ini menghasilkan terpisahnya populasi kecil sekarang. Pemburu babi umumnya menggunakan senjata api dan anjing pemburu serta beberapa orang menggunakan racun dan alat jerat. Di daerah pedalaman, kesadar tahuan tentang status populasi spesies ini nampak rendah. Kesulitan membedakan antara Sus scrofa dan Sus verrucosus membuat para pemburu membunuh keduanya tanpa bisa membedakan. Dan juga kurangnya pengetahuan tentang aspek-aspek biologi, ekologi dan reproduksi satwa jenis tersebut.

Menindak hal diatas, maka Balai Konservasi Sumber Daya Alam – KSDA Wilayah III Ciamis bekerjasama dengan LSM Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) mengadakan kegiatan penyadartahuan melalui sebuah Seminar Konservasi Babi Kutil. Seminar ini akan memaparkan beberapa poin penting :
a)    Membangun informasi tentang konservasi dan pelestarian satwa terancam punah Babi kutil merupakan sebuah prioritas.
b)    Membangun kerjasama atau kemitraan diantara pihak dalam hal ini KSDA Wilayah III Ciamis, Pemerintah Kota Banjar, Perhutani, Aparat Desa dan para pemburu babi liar.
c)    Menindaklanjuti hasil tangkapan Babi kutil oleh pemburu.

Adapun sasaran seminar ini adalah:
a.    Melindungi kelangsungan hidup spesies dalam jangka waktu yang panjang
b.    Memperbaiki keanekaragaman hayati di area konservasi Jawa
c.    Mempromosikan penyadartahuan lokal tentang keunikan spesies endemik Jawa
d.    Menambah pengetahuan scientific biologi dan ekologi spesies ini

Penandatanganan Konsensus Stakeholder Mini-Workshop Upaya Konservasi Babi Kutil di Kota Banjar - Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu

Penandatanganan Konsensus Stakeholder Mini-Workshop Upaya Konservasi Babi Kutil di Kota Banjar – Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu

Dalam seminar tersebut akhirnya dibentuk beberapa stakeholder untuk menandatangani Konsensus yang berisi kesepakatan tentang perlindungan satwa jenis Babi kutil yang terancam punah.

 

 

Posted in CCBC.